Kamis, 20 September 2012

100% melow, 100% ngacow

Bintang dan Bulan

Adalah kisah satu bintang,
Setia memandang gelisah sang bulan,
Menunggu cahyanya yang menerpa,
Namun tetap tak berpindah..


Bulan nun jauh disana,
Mustahil tuk dicapai raganya,
Hanya memantulkan dari kejauhan,
Terpaan sinar yang membutakan..


Bintang sayang, bintang malang,
Mulai mencari, kesini kesana,
Namun pada seribu malam mendatang,
Akankah itu tetap sama?





Rintihan Kenangan


Selembar kertas tak bernyawa,
Putih polos tanpa tinta,
Lusuh sedih tampak jiwanya,
Dengan hampa melukiskan rasa,


Sampai ditorehkannyalah setitik tinta,
Yang makin hari kian berwarna,
Menjelma goresan nan indah,
Membentuk buku yang bernyawa,


Waktu itu pun tiba,
Hujan turun dengan kejamnya,
Mengirim tetesan air dari sana,
Hapuskah torehan tinta tak bersisa,


Segalanya hadir dengan tiba-tiba,
Hancurkan kisah perjalanan kita,
Menghapus warna-warni dunia,
Menutup lembaran yang kita bina.




ps: gara-gara Bu Rita, tiap gaada kerjaan di kelas jadi suka bikin syair ngaco begini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar