Kamis, 26 April 2012

Untitled

Apa tindakan kalian?
Just read the story below and try to position the character as you.
- - - - - - - -

Coba bayangkan..
Selama ini, bertahun-tahun, kamu tahu ada yang disembunyiin, dan itu salah, salah besar.
Ada yang diam-diam bersandiwara dibelakangmu.
Ini gak cuma buruk buat kamu aja, tapi juga buat semua orang disekeliling dia, bahkan untuk dia sendiri.
Pernah, sebelumnya, kamu menyatakan rasa gelisah yang kamu pendam itu ke dia. 
Kamu marah, sambil menangis meraung-raung, atau singkatnya kamu mengamuk.
Kamu dan dia, saat itu, sama-sama diluar kendali. Lupa cara mengatur emosi yang meluap-luap.
Dan pada akhirnya, setelah pertengkaran itu, segalanya berakhir.. Dan saling mencoba untuk melupakan.
Disatu sisi kamu udah berpikir bahwa ini sudah akhir dari segala sandiwara yang telah dia mainkan, dan kamu yang sebagai penonton juga sudah cukup untuk cuma diam-dan-gak-bertindak.
Seenggaknya, itu yang kamu harap.

Tapi, suatu hari, disaat kondisimu lagi gak stabil, baru saja mendapat musibah, istilahnya kurang hepilah..
Kamu menemukan itu lagi.
Nggak, nggak, kamu gak mengamuk lagi. Kamu cuma bisa bertindak seperti apa yang kamu lakukan beberapa tahun lalu dan dengan konflik yang sama pula, yaitu: pasang tameng. 
Mencoba mengerti bahwa semua ini nantinya akan berakhir.
Mencoba mensugesti diri sendiri ini semua akan baik-baik saja.
Mencoba untuk gak menangis.
Mencoba untuk gak membiarkan orang lain tahu tentang ini dan membuat mereka menangis pula.
Kamu biarin ini semua cukup kamu yang simpan. Rapat-rapat.
Hanya kamu, yang selalu setia dengan tamengmu.

Tapi, ibaratnya sampah, mau ditumpuk sedalam apa juga toh nantinya akan kecium busuknya kan?
Entah itu kapan. Bahkan untuk nebaknya aja kamu sendiri gak berani.
Dan... Tentang tameng.
Selama apasih itu bisa merekat?
Sekuat itukah menahan emosi yang sudah meluap-luap, walaupun selama ini berhasil kamu redam?
Bakal awet kah?
Nope.

- - - - - - -

Pfffffffffffffffffffffffffffffffffffffffftttttttttttttttttttttttttttt.
Serius, bukannya mau sok drama atau sok mengasihani diri sendiri (man, spesies jenis apa juga yang mau dikasihani?). Tapi seenggaknya, dengan menulis, beban saya ngurang dikit.. 10% lah.
Jadi, saya, yang tamengnya udah longgar, udah minta dilepas (atau diganti? Kita lihat nanti), udah memutuskan untuk bertindak. Seenggaknya, walaupun pasti itu nyakitin, tapi saya udah berusaha melakukan satu hal benar. 
Dan saya akan mulai mencoba untuk membuang 'sampah' ini pada tempatnya....
Mulai dari sekarang.





or, maybe anyone have another advice?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar